Telepon Desa Curug

081237777576

Desa Curug Resmi Menjadi Desa Wisata

Desa Curug Resmi Menjadi Desa Wisata, Danau Abadi dan Seni Kriya dari Limbah Batok Kelapa Jadi Daya Tarik Utama

Karawang – Desa Curug yang terletak di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, resmi mendapatkan status sebagai desa wisata pada 17 Mei 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan potensi besar yang dimiliki desa tersebut, terutama dalam bidang pariwisata alam dan kreativitas masyarakat setempat.

Salah satu objek wisata unggulan yang ada di Desa Curug adalah Danau Abadi, sebuah danau yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan juga menjadi tempat budidaya ikan.

Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Karawang, Lusi Asela, melalui Subkoordinator Kelompok Subtansi Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Disparbud Karawang, Kustia Wildan Priyana, pengembangan Desa Curug menjadi desa wisata merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendukung sektor pariwisata lokal.

“Program ini bertujuan untuk mengedepankan budaya, kreativitas, dan inovasi masyarakat desa sebagai kekuatan utama dalam menarik minat wisatawan,” ungkapnya, Senin, 19/5/2025.

Kustia Wildan Priyana juga menambahkan bahwa pada 17 Mei 2025, sebanyak delapan desa telah mendapatkan SK desa wisata, dan Desa Curug merupakan salah satunya. “Kami berharap dengan pemberian SK ini, Desa Curug dapat berkembang lebih pesat dan menjadi destinasi wisata utama di wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Desa Curug memiliki berbagai potensi wisata baik dari sisi alam maupun produk kreatif masyarakat. Desa ini dikenal dengan objek wisata alam Danau Abadi yang indah.

“Selain Danau Abadi, Desa Curug juga terkenal akan hasil kerajinan tangan yang terbuat dari limbah kayu batok kelapa dan eceng gondok. Kerajinan ini sangat khas dan mencerminkan kreativitas tinggi dari masyarakat setempat,” tuturnya.

Kustia juga berharap agar masyarakat Desa Curug tidak merasa puas hanya dengan SK yang telah diberikan. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi desa wisata yang telah mendapatkan SK, termasuk Desa Curug.

“Sekarang saatnya untuk berbenah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki atraksi wisata, dan meningkatkan fasilitas pendukung. Promosikan dan jual paket wisata yang ada agar wisatawan tertarik untuk berkunjung. Kami akan terus mengawal perkembangan desa-desa wisata ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Curug Cece Hermawan melalui Ketua Pokdarwis Desa Curug, Asep Ajidin, sangat bangga atas ditetapkannya Desa Curug sebagai Desa Wisata. Ia berkomitmen akan terus mengembangkan potensi-potensi wisata dan kreatifitas masyarakat agar dapat mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, Desa Curug sudah resmi ditetapkan jadi Desa Wisata. Kami akan lebih masif lagi dalam mempromosikan objek-objek wisata dan produk-produk lokal dari Desa Curug. Hal ini sangat baik untuk memajukan perekonomian desa,” katanya.

Asep meyakini bahwa Danau Abadi yang terletak di Desa Curug dapat menjadi magnet bagi wisatawan. Ia menerangkan bahwa Danau Abadi yang terletak di lokasi persawahan yang subur ini merupakan bekas galian pasir PT Abadi yang mengalami perubahan seiring dengan faktor alam.

“Danau Abadi ini terletak di tengah persawahan yang luas dan subur, awalnya bekas galian pasir PT Abadi, karena faktor alam, seperti hujan dan adanya aliran sungai Citarum, maka bekas galian pasir itu berubah jadi danau. Di danau itu juga kami mengembangkan budidaya ikan nila, patin, dan mas dalam keramba jaring,” terangnya.

Masyarakat Desa Curug juga dikenal sangat kreatif dan memiliki berbagai produk UMKM yang khas. Asep menyebutkan bahwa selain kerajinan tangan, masyarakat juga memproduksi dodol, ranginang, kue cincin, dan gegeplak, yang banyak dicari wisatawan.

“Kami juga sangat berfokus pada peningkatan kualitas produk-produk ini agar bisa menarik perhatian pengunjung,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, seni kriya dari Desa Curug sangat unik dan khas. Limbah kayu batok kelapa dan eceng gondok dijadikan bahan untuk berbagai macam kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi. “Dalam membuat seni kriya, kami memanfaatkan limbah kayu batok kelapa dan eceng gondok, yang kemudian dibuat berbagai seni kriya seperti jam dinding, perahu miniatur, cangkir, asbak, dan banyak lagi,” ujarnya.

Kesenian lainnya yang terkenal di Desa Curug adalah seni tari Jaipong, pencak silat, dan calung. Asep menambahkan bahwa seni tari dan musik tradisional ini sangat digemari oleh pengunjung dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke desa tersebut.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, Saefullah, juga memberikan dukungannya terhadap pengembangan Desa Curug sebagai desa wisata. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, pengembangan desa wisata juga akan memperkenalkan Karawang sebagai daerah yang kaya akan potensi alam dan budaya,” kata Saefullah.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Desa Curug dan desa-desa wisata lainnya di wilayah ini. Diharapkan dengan status desa wisata, Desa Curug dapat menjadi model bagi desa lainnya dalam mengembangkan potensi alam dan budaya lokal, serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Desa Curug siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah. Para pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam dan kerajinan tangan, tetapi juga turut berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian lokal dengan membeli produk-produk UMKM yang ada. (Siska)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *